info@rijalulquran.or.id +62857-2748-4543

Keutamaan Membaca Surat Yasin di Malam Jum’at

keutamaan_membaca_yasin

keutamaan_membaca_yasin

Menggali Berkah Malam Jumat: Sejarah, Dalil, dan Hikmah Membaca Surat Yasin

Tradisi membaca Surat Yasin pada malam Jumat telah mengakar kuat dalam praktik keagamaan mayoritas Muslim di Indonesia, terutama yang menganut mazhab Syafi’i. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk meraih limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Namun, bagaimana sejarahnya dan apa dasar hukum yang menguatkan keutamaan ini?

​Sejarah dan Dasar Hukum (Dalil) Membaca Yasin di Malam Jumat​

Surat Yasin adalah surah ke-36 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 83 ayat, dan tergolong dalam surah Makkiyah. Kandungannya yang mendalam, meliputi tanda-tanda keesaan Allah, kebesaran-Nya, hingga kabar hari kebangkitan dan kiamat, menjadikan surah ini sebagai “Jantung Al-Qur’an” (Qalb al-Qur’an).
​Penjulukan ini bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW:
​“Sesungguhnya setiap sesuatu itu mempunyai hati, dan hatinya Al-Qur’an adalah Surat Yasin. Barangsiapa membaca Surat Yasin, Allah akan menuliskan untuknya dengan bacaannya tersebut sama dengan membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (HR. At-Tirmidzi, Ad-Darimi)
​Meskipun status hadis tentang keutamaan umum Surat Yasin ini beragam, para ulama meyakini bahwa hadis tersebut masih boleh mengamalkan dalam konteks Fadha’il al-A’mal (keutamaan amal), yakni amalan yang mendatangkan pahala.

Adapun spesifik mengenai amalan di Malam Jumat (yaitu malam Kamis menuju Jumat), terdapat beberapa dalil hadis, di antaranya:

​Pengampunan Dosa:

“Barang siapa yang membaca Surat Yasin di malam hari, maka pagi harinya dia diampuni.” (HR Abu Ya’la No. 2467, dinilai Jayyid (bagus) sanadnya oleh Imam Ibnu Katsir).
Malam Jumat sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari) dianggap waktu yang paling afdal untuk mengamalkan hadis yang bersifat umum ini.

Allah kabulkan Hajatnya:

​“Barangsiapa membaca Surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr).
Meskipun hadis ini memiliki kelemahan sanad (inqitho’, terputus), ulama fiqih dari kalangan mazhab Syafi’i memperbolehkannya untuk diamalkan demi mengharapkan keutamaan. Hal ini sejalan dengan kaidah bahwa hadis dha’if (lemah) boleh mengamalkannya untuk fadha’il al-a’mal.

​Keutamaan dan Hikmah di Balik Tradisi

Tradisi Umat Muslim menghidupkan malam jum’at dengan membaca Yasin pada malam Jumat, khususnya di Nusantara, memberikan beberapa keutamaan dan hikmah besar:
1. Sarana Tazkiyah an-Nafs (Penyucian Jiwa):
Surat Yasin banyak membahas keimanan, hari kebangkitan, surga, dan neraka. Dengan membacanya, seorang Muslim secara aktif mengingat kembali hakikat penciptaan dan tujuan hidup, yang secara langsung membersihkan hati dari kelalaian.
​2. Meraih Pengampunan dan Kemudahan:
Keutamaan untuk mendapatkan ampunan dosa dan terkabulnya hajat menjadi motivasi yang kuat bagi umat Islam. Mereka percaya bahwa menghidupkan malam mulia (Jumat) dengan ‘jantung’ Al-Qur’an akan membuka pintu rahmat dan kemudahan dalam segala urusan hidup.
​3. Mempererat Ukhuwah Islamiyah (Kisah Kumpul Warga):
Di Indonesia, umat muslim seringkali membaca Yasin dengan berjamaah (yasinan atau tahlilan). Kisah di balik tradisi ini adalah upaya kolektif masyarakat untuk saling mendoakan, baik untuk keselamatan diri, keluarga, maupun ahli kubur. Pembacaan ini menciptakan suasana spiritual yang tenang, sekaligus menjadi momen silaturahmi yang memperkokoh persatuan warga. Oleh karena itu, tradisi ini bukan hanya ritual individu, melainkan juga amalan sosial yang kaya makna.

​Kesimpulannya, membaca Surat Yasin pada malam Jumat merupakan ikhtiar yang bersumber pada dalil-dalil keutamaan secara umum dan spesifik, yang meski sebagian dinilai dha’if, ulama’ mengamalkannya untuk mencapai kemuliaan spiritual. Dengan demikian, amalan ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar sesama.

***

baca juga artikel lain tentang https://rijalulquran.or.id/2025/11/06/rahasia-rezeki-berkah-imam-malik-dan-imam-syafii/

Lorem Ipsum

About Author:

Muhibullah

STAY CONNECTED:

Leave Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Copyright © Rijalul Qur'an 2025, All Rights Reserved.